Tiada cahaya malam
Yang berpendar
Menghiasi hamparan lazuardi
Hanya lumuran pekat
Dan kidung sendu asmarandana
Jatuh dihamparan ilalang
Berparas muram
Tertunduk pilu
Didesah geliat nakal sang bayu
Pun ketika air mata fajar telah merinai
Membelai ranting dan dahan
Tak jua kudapati sosok-mu menjelma
Walau hanya sekedar bayang-mu yang melintas
Bahkan sapa lembutmu pun
Tak lagi ku dengar menghiasi runguku
Namun begitu
Aku tak pernah merasa jengah
Mengeja perjalanan sunyi ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar