Tak lelahkah lisan'mu berceloteh
Tentang rintihan yang selalu kau manjakan
Hingga kepenjuru dunia
seperti burung-burung langit
Yang tak henti berkicau
Menyapa semesta pagi
Jika memang nurani'mu
Masih memiliki ketulusan rasa
Mengapa kau tak pernah ingin
Untuk menata serpihan asa yang telah berserak
Aku telah bersimpuh untuk menjadi fitrah'mu
Sesuai nazar yg pernah kita ikrarkan
Meski layu langkah'ku tertatih pedih
Tak akan pernah membuat asa'ku renta
Untuk tetap mengiringi langkah'mu
Dalam mengeja getir'nya hidup
Segumpal indah'nya kebersamaan yg pernah kita renda
Tak pernah lengkang dari ingatan'ku
Dan aku masih selalu membingkai binar mata'mu
Diantara lekukan pelangi
Ketika rinai hujan menyudahi musim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar