pasi rona wajah
Melantunkan serpihan aksara
yang telah lama terabai
Oleh ego yang tak henti mendebat jiwa
Tercekam oleh rasa takut akan kehilangan
Melarung-kan amarah pada langit emosi
Merinaikan peluh-peluh kecurigaan
Pada hamparan rasa yang tulus
Yang sesungguh-nya tak pernah mampu
Untuk berpaling pada siapapun
Karna sesungguh-nya rasa ini telah terpatri
pada bongkahan janji yang tak akan ter-ingkari
Setiaku akan selalu terbingkai
Dengan perekat kepercayaan
Dan aku telah rela berteduh
Di bawah keangkuhan kaki langit
Ketika hujan rindu tak henti merinai
Membasahi ranting-ranting cinta
Akupun rela melirihkan rintihku pada ruang sunyi
Ketika resahku bingar akan sebuah asa
Yang tak kunjung tiba
Menyudahi musim penantian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar