Aku terlahir
Dari hembusan nafas terdalam bumi,
Merangkak dilorong-lorong
Yang membuat kulitku terkelupas
Seulas senyum dibibirku
Pertanda suatu kesabaran
Bahwa langkah demi langkah
Kuyakini tidaklah mudah
Karena itulah
Kini ragaku masih tetap bernyawa
Suara cibiran
Dan makian menggoda jiwa
Hingga ku terlunta tanpa gairah
Merajam titik-titik semangat
Pudar layu hasrat meraih impian
Pun kadang menghampiri
Namun hembusan bayu
Tiba-tiba hadir berbisik lembut
Hingga tertuntun langkahku
Kembali pada jalan-jalan
Menuju pelataran hati
Dikeheningan jiwa-jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar