Saat ku berjalan pada nyata yg menelanjangi hari,
Aku merasa begitu asing dalam peradaban,
Waktu telah membunuhku tanpa kesempatan,
Mengoyak jati diri hingga menguliti sebagian jiwa,
Saat malam menjelang
Awan mengantongi bintang-bintang dan rembulan
Hingga tak satupun cahaya menyinari dalam gulita
Bukit-bukit terlihat hanya bayangan dikejauhan
Menertawakan setiap celah hitam didinding sukma
Aku terpaku didataran sepi terikat bimbang
Sepoi sang bayu hanya hembusan tanpa makna
Tiada lagi kesejukan memeluk rasa dibatas impian
Tak lagi berdaya dalam genggaman kegelisahan
Kugoreskan kata demi kata mewakili malam
Menyanding segala kegelapan yg perkasa
Takkan terlewatkan hari ini dan untuk selamanya
Menggali kenangan dipikiran cinta yg telah lalu
Dan menguburnya diantara kebengisan zaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar