Maha cinta
Telah ku urai bulir bulir permata
Di hamparan padang sapana
Ku semat kultus ini
Walau jiwa kerap menutup hati nurani
Diseperempat waktu
Dihening tiada bising
Ijinkan daku mengadu
Dari waktu yang kerap buntu
Dari rindu yang kerap terbelenggu
Dari harap dekapmu
Dari belaian cinta kasihmu
Mataku tiada jemu
Seakan liar pada pandang
Melirik setiap tamu
Sapa setiap yang menyapa
Kiranya ini dahagaku
Insan liar tanpa dinding rasa
Sendaia mengadu
Aku tak mau terbelenggu
Dari jiwa-jiwa sesat
Dari jiwa-jiwa pemberi nikmat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar