Bila tiba saat-nya
aku tak lagi bersama
lapangkan jarak antara sesak dan hampa
ketika syair melantun
Bila tiba saat-nya
aku tertinggal jarak
kalamkan sukma pada rintihan waktu
karena aku hanyalah kenangan
Bila tiba saat-nya
aku meninggalkan aksara
katakan pada semua masa yang mengendap
aku ada dalam ketiadaanku
Bila tiba saat-nya
keputusan tak lagi berubah
bukalah hati dalam setiap makna
karena aku adalah resah dalam buaian
Bila tiba saat-nya
aku mendahuluimu
makamkan aku di ujung desa
dimana tak ada lagi gundah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar