lihatlah diatas sana
kala sang bulan bersembunyi di balik awan
matanya redup dalam kehampaan waktu
menelisik jejak-jejak temaram
pada gilanya waktu
kala bias hujan masih menggenangi malam
seseguk ia menakar sejumlah senyum
hamparkan resah pada tiap-tiap jedah kedipan bintang
lamunkan sejumlah ingatan-ingatan aksara
kala waktu bergulir tanpa tahu kapan berakhir
tanyalah padanya
kemana altar rindu tergeletak
dimana sunyi menjadi sesak
pada kisah-kisah abadi percintaan di pintu nirwana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar